Label

Anatomi Fisiologi Manusia (4) Anatomi Fisiologi Tumbuhan (4) anime (1) biokimia (8) biomolekul (2) bumi (2) cinta (11) creativy (1) dream (5) fiksi (5) hati (12) hijau (1) indonesia (6) islamic (14) just quotes (5) kampus (1) kehidupan (12) kimia (13) Kimia Organik (4) mikro (1) Morfologi Tumbuhan (6) movie (5) music (2) novel (1) praktikum (4) Ramadhan (1) Social Pharmacy (2) stories (17) Summary (1) tale (3) TOH (1)
Showing posts with label Anatomi Fisiologi Manusia. Show all posts
Showing posts with label Anatomi Fisiologi Manusia. Show all posts

Tuesday, 3 June 2014

Someone


Terasa mulas saat memulai dan sangat lega saat mengakhiri,
mungkin itu lah sedikit cerita untuk mengawali sebuah ujian kenaikan kelas maupun ujian akhir sekolah.
Semuanya mengeluh saat mau ujian, umpatan ada dimana-mana.
Takut dengan hasil akhir yang akan terjadi, mengapa? itu pertanyaannya.
Para pembelajar slalu takut, takut, dan takut akan nilainya nanti, padahal belum melakukannya.
Cobalah terlebih dahulu sebelum berkata tidak.
Semua manusia terlahir sebagai pemenang karen dari jutaan sperma yang masuk ke liang vagina, hanya satu yang dapat melebur dengan ovum.
Oleh Sang Pencipta sudah diberikan akal, sebagai tanda sebagai makhluk yang paling sempurna.
Diberikan organ yang sangat luar biasa, hati dan ginjal misalnya.
Kalau ditelisik lebih lanjut, hati atau liver manusia itu diciptakan dengan fantastis.
Liver merupakan tempat metabolisme dengan dilengkapi sistem pembekuan darah yang sangat teramat mumpuni.
Anda tahu ?, liver kita diberikan oleh Tuhan lebih dari apa yang kita butuhkan, super skali.
Apalagi ginjal, ginjal tidak kalah gila lagi.
Ginjal dikelilingi dengan belitan nefron yang berwarna merah muda cantik, sangat teramat indah.
Ada satpam di gerbang pintu masuk ginjal yaitu renin untuk mengatur aliran darah yang nakal supaya terasanormal slalu.
 Itulah mengapa, janganlah mengeluh terlebih dahulu lah, sayang kalo hidup cuman untuk ketakutan dengan hasil akhir.
Ingat, semua manusia dilahirkan untuk menjadi pemenang.

Friday, 25 October 2013

Penyelidikan Jantung Katak (part 2)



Pembahasan
Dalam percobaan ini dilakukan beberapa pengujian terhadap jantung katak, antara lain :
1.   Suhu hangat
     Suhu tinggi menyebabkan kerja jantung meningkat karena terjadi peningkatan depolarisasi sehingga menaikkan SA node kemudian meningkatkan kontraksi jantung.
2.   Suhu dingin
Suhu rendah menyebabkan kerja jantung menurun sehingga terjadi penurunan depolarisasi SA node turun sehingga menurunkan kontraksi jantung.
3.   Obat-obatan
Adrenalin menyebabkan peningkatan kontraksi otot jantung. Adrenalin digunakan sebagai enaleptikum (obat penyegar) yang sangat efektif pada keadaan kolaps, shock, dan jantung berhenti. Pada saat percobaan ini reaksi yang ditimbulkan pada otot jantung katak sama seperti teori,yaitu tonusnya naik, hal ini membuktikan bahwa pengaruh obat adrenalin pada jantung katak sangat membantu saat otot jantung mengalami kolaps.
Pilokarpin senyawa pilokarpin tujuan utamanya adalah menurunkan denyut jantung, hasil dari percobaan kami menunjukkan bahwa otot jantung katak mengikuti teori yaitu “turun” hal ini membuktikan bahwa senyawa pilokarpin dapat bekerja dengan baik di jantung katak.
Sulfat atropin menurut teori Sulfat atropin berfungsi sebagai menurunkan denyut nadi dan kontraksi jantung. Dan pada hasil percobaan yang kami lakukan adalah sama seperti teori yaitu tonus denyut jantung turun, hal ini membuktikan bahwa sulfat atropin tidak hanya bekerja normal pada otot polos tetapi juga pada otot jantung.
4.    Pengaruh blok total dan blok parsial pada katak
Blok parsial secara teori frekuensi yang dihasilkan adalah melambat, dan hasil praktikum kami sama seperti teori yaitu terjadi penurunan kontraksi hal ini bisa disebabkan bahwa jantung katak tidak kuat lagi berkontraksi sama seperti pada saat kontrol awal,dapat juga disebabkan karna pada saat penjepitan Gaskell kami terlalu menjepit sehingga hasilnya berbeda dengan kontrol
Blok total hasil dari percobaan kami menunjukkan bahwa pada saat menjepitkan Gaskell kuat-kuat yang kami dapatkan adalah hantaran yang sangat lambat dan lebih lambat lagi dari blok total, hal ini disebabkan karna jantung katak sudah mulai kehilangan denyut,tetapi masih dapat berkontraksi yang mungkin disebabkan karna pada saat penjepitan masih ada denyut ventrikel yang lolos.
5.      Otomatisasi : Percobaan terakhir adalah melihat otomasi jantung diluar tubuh. Jantung tetap berdenyut setelah seluruh persarafannya dipotong; bahkan bila jantung dipotong- potong, setiap potongan jaringan jantung masih berdenyut. Jantung memang memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. Pacemaker  jantung mamalia adalah Nodus Keith dan Flacke (Nodus Sinoaricularis), sedang pada katak fraksi jantung diatur oleh salah satu dari ketiga pasang ganglionnya  Menurut teori pada saat otomatisasi dimana jantung dilepas seluruhnya dari organ-organ lain, jantung masih dapat berdenyut hal ini terjadi karna pada otot  Jantung memang memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. Terbukti tanpa adanya koordinasi syaraf simpatis dan parasimpatis jantung tetap dapat berdetak diluar tubuh yaitu 2kali/menit. Tetapi karena kondisi diluar tubuh tidak cocok dengan jantung maka jantung kerjanya menjadi semakin melemah.


Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami peroleh adalah
1.      Pengaruh suhu : bila suhu dingin cara kerja jantung menurun karna terjadi pembekuan atau sejenis hipotermia, dan bila suhu hangat cara kerja jantung meningkat karna suhunya sama seperti suhu tubuh normal.
2.      Pengaruh obat-obatan : adrenalin,sulfat atropin,pilokarpin semuanya berkerja dengan baik hal ini disebabkan karna struktur otot jantung itu sama dengan otot lurik atau otot polos. Sehingga hasil yang didapatkan sama seperti teori yang ada di referensi
3.      Pengaruh blok jantung : blok total dan blok parsial dapat kita lihat bahwa hasilnya sama seperti teori untuk kontraksi awal-awal, selang beberapa saat terjadi human erorr dimana kami mulai kehilangan konsentrasi yang menyebabkan bentuk kimografnya ada yang sampai titik awal.
4.      Otomatisasi : Jantung masih dapat berdenyut meski seluruh pensarafannya dicabut, hal ini disebabkan karna . Jantung memang memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. Yang memungkinkan danyut dapat berdenyut meski organnya telah dilepas dari tubuh. 


Daftar Pustaka.
Ganong, WF, 2001, Review Of Medical Physiology, 20th edition , Appleton & Lange A Simon &Schuster C0., Los Altos, California
Guyton, AC and Hall, Je, 2000, Textbook of Medical Physiology, 4th edition, W.B Saundres C0., Philadelphia
Martini FH, 2006, Fundamental of Anatomy & Physiology, 7th edition, The Benyamin Cummings Publishing Company, Inc, United States of America
Marieb EN, 2006, Essential of Human Anatomy & Physiology, 10th edition, The benyamin/Cummings Publishing Company,  Inc, California

Penyelidikan Jantung Katak (part 1)



I.I Jantung Pada Manusia
Jantung adalah sebuah organ penting yang berfungsi sebagai pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang lainnya di bawah disebut dengan Ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu
Atrium kiri, atrium  kanan, ventrikel kiri, ventrikel kanan.
               Atrium kiri dan atrium kanan membuat tekanan rendah
       Fungsi : Atrium kanan menerima darah dari vena kava superior dan inverior, atrium kiri menerima darah dari vena pulmonalis.
               Vetrikel kiri dan kanan membuat kekuatan utama pompa jantung.
       Fungsi : Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan memompakannya ke arteri pulmonalis, ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan memompakan darah ke aorta.
 Atrium dan ventrikel ini masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum. Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada, yaitu di antara kedua paru-paru.

I.II Katub dalam jantung ada 2 macam :
1.    Katub Atrioventrikularis
Berada pada pertemuan antara atrium dan ventrikel, berfungsi untuk mencegah berbaliknya aliran darah ke atrium saat ventrikel berkontraksi. Dibagi menjadi 2, yaitu katub trikuspidalis yang terletak pada antrioventrikularis kanan dan katub bikuspidalais / katub mitral yang terletak pada katub antrioventrikularis kiri.
2.    Katub Semilunaris
Berfungsi untuk mencegah berbaliknya aliran darah dari luar jantung masuk kembali ke ventrikel. Dibagi menjadi 2, yaitu katub aorta semilunaris yang barada pada ventrikel kiri dan katub pulmonari semilunaris yang berada pada ventrikel kanan.
I.III Lapisan jantung terdiri dari :
               Perikardium : Lapisan luar jantung yang melindungi lapisan dalam dan organ dalam jantung
               Myokardium : Bagian tengah otot jantung, yang terdapat  diseluruh atrium dan ventrikel. Gunanya adalah kontraksi jantung.
               Endokardium :Berhubungan dengan pembuluh darah termasuk struktur intrakardiak (otot-otot parilarry dan katup).
I.IV Sistem kerja jantung adalah :
               OTOMATICITY = Jantung dipersarafi oleh saraf otonom simpatis dan parasimpatis.Sistem saraf automatis à simpatis untuk meningkatkan heart rate, parasimpatis untuk menurunkan heart rate
               CONDUCTIVITY = Sinoatrial node (SA-Node)  merupakan pace maker jantung alami, memberikan automatik/intrinsik rate jantung.Atrioventrikular node (AV-node).Bundle of his dan serabut purkinye.
               CONTRACTILITY  = Bekerja dengan melakukan kompresi dengan bantuan otot-otot jantung.Adanya proses kompresi akan menghasilkan daya pompa jantung untuk mengalirkan darah
I.V Sistem Sirkulasi Jantung Manusia :
1.     Sirkulasi Pulmonari (peredaran darah kecil)
Jalur untuk menuju dan meninggalkan paru – paru. Sisi kanan jantung menerima darah dari tubuh dan mengalirkannya ke paru – paru untuk pertukaran darah. Darah yang mengandung banyak oksigen kembali ke sisi jantung. Berikut ini adalah sirkulasi darah yang melewat jantung : atrium kanan – katub trikuspidalis – ventrikel kanan – katub semilunaris – trunks pulmonari – arteri pulmonari kanan dan kiri – kapiler paru – vena pulmonari – atrium kiri.
2.  Sirkulasi sistemik (peredaran darah besar)
Jalur untuk menuju dan meninggalkan bagian tubuh. Sisi kiri jantung menerima darah yang mengandung darah yang mengandung banyak oksigen dari paru – paru dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Berikut sirkulasi ketika melewati jantung : atrium kiri – katup bikuspidalis – ventrikel kiri – katup semilunaris – trunks aorta – regia dan organ tubuh (otot, ginjal, otak)
3.  Sirkulasi koroner
Jalur untuk mensuplai makanan untuk jantung. Arteri koroner kanan dan kiri merupakan cabang aorta tepat di atas katup  semilunaris aorta. Arteri ini terletak di siklus koroner.
I.VI Anatomi dan Fisiologi Jantung Katak.
Jantung pada manusia berbeda dengan jantung pada katak yaitu jantung katak terdiri dari 2 atrium dan satu ventrikel sedangkan pada manusia memiliki 2 ventrikel dan 2 atrium. Pada katak :
·        Atrium kiri menerima oksigen dari paru-paru
·        Atrium kanan menerima darah dari system sirkulasi.
Kontraksi otot  jantung terjadi karena adanya rangsangan yang diterima oleh saraf. Serabut saraf mencapai setiap saraf otot. Saraf otot berkontraksi karena adanya aksi potensial yang ditimbulkan oleh adanya pertambahan neuron hormon yang dikeluarkan oleh otot dan plate bila rangsangan dan akan mencapai nilai-nilai maximal. Karena serat otot itu tunduk pada hokum All or one yang bermakna sekali berkontraksi atau tidak sama sekali.
I.VII Jantung katak terdiri dari:
1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior 
2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atriumsinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung
4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior  bilik.

I.VIII Sistem Peredaran Darah Katak 
Sistem peredaran darah katak berupa system peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda.
·        Pada system peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran.
ü   Pertama: darah dari jantung menuju ke paru-parukemudian kembali ke jantung.
ü   Kedua: darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dandiedarkan kembali ke seluruh tubuh.

Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.
·        Peredaran darah kecil : Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan.
ü      Darah dari atrium kanan mengalir keventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru.
ü      Di paru-paru,karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. selanjuntnya, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel.
ü      Didalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang mengandung oksigen dengan darah yang mengandung karbon dioksida, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dariventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh, dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru.
·        Selain memiliki sitem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfe. System peredaran limfe berperdan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah.

I.IX Jantung katak terdiri dari tiga lapisan :
1.Epikardium : Merupakan lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan visceral yang bertemu dipangkal jantung membentuk kantung jantung.
2.Miokardium : Merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot jantung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu :
         i.      Bundalan otot atria, yang terdapat di bagian kiri/kanan dan basiskordis yang membentuk serambi atau aurikula kordis.
       ii.      Bundalan otot ventrikel, yang membentuk bilik jantung, dimulai dari cicin atrioventrikular sampai di apeks jantung.
      iii.      Bundalan otot atrioventrikuler merupakan dinding pemisah antaraserambi dan bilik jantung
3. Endokardium : Merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.
I.X Hal – hal yang dapat mempengaruhi kerja jantung katak :
a. Obat-obatan
1.      Adrenalin : Bertujuan menaikkan gula darah dan tekanan darah (reptils, birds,and mammals)
2.       Pilocarpin : Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan denyut  jantung
3.      Sulfat atropin : Berfungsi untuk menurunkan frekuensi nadi dan tensi.
b. Blok Jantung
·        Blok parsial : Atrium berdenyut dengan normal, tetapi frekuensi hantaran melalui nodus A-V melambat, ventrikel hanya berkontraksi satu kali setelah kontraksi atrium yang kedua, ketiga atau keempat
·        Blok total : hantaran dari nodus atau berkas sangat melambat, atrium berdenyut dengan normal, tetapi ventrikel berdenyut secara independen sekitar 20 sampai 40 kali per menit.
c. Suhu
Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan frekuensi jantung yang besar, dan penurunan suhu sangat mengurangi frekuensi. Efek ini mungkin sebagai akibat peningkatan permebialitas membran otot terhadap berbagai ion, mengakibatkan percepatan “sel-exci-tation”.
   Kekuatan kontraksi jantung dapat di ubah secara temporer dengan peningkatan suhu moderat, tetapi peningkatan suhu yang lama melelahkan jantung dan menyebabkan kelemahan.
d. Otomatisasi Jantung
Jantung mempunyai otot yang mempunyai sifat otomatisasi artinya dapat membentuk pusat denyut jantung sendiri. Pusat utama denyut jantung ini disebut Simpul Atrial Nodus (SA Node), yang terletak di atrium kiri Jantung. pusat denyut jantung ini akan mengeluarkan impuls atau denyut kemudian denyut ini mengeluarkan arus listrik yang selanjutnya arus lisrik ini diteruskan kesetiap sel otot jantung sehingga jantung dapat berdenyut secara otomatis secara terus menerus, dan sehingga darah dapat dipompa  keseluruh tubuh setiap saat tanpa henti. Setiap kali berdenyut jantung akan memompa darah sekitar 70 cc darah, satu menit sekitar 500cc darah yang dipompa, satu jam 30.000cc darah, 24 jam sekitar 720.000cc darah atau sama dengan 7000 liter, sama dengan 1 tangki bensin yang diangkat atau dipompa oleh jantung dalam satu hari.

Tuesday, 9 July 2013

Denyut Nadi dan Tekanan Darah



BAB I
PENDAHULUAN
        Tekanan darah berarti daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh. Satuan tekanan yang standar hampir selalu dinyatakan dalam millimeter air raksa (mmHg) karena manometer air raksa telah dipakai sejak lama sebagai rujukan baku untuk pengukuran tekanan darah. Bila seseorang mengatakan bahwa takanan dalam pembuluh darah 50 mmHg, hal itu berarti bahwa daya yang dihasilkan cukup untuk mendorong kolam air raksa melawan gravitasi sampai tinggi 50 milimeter.  Bila tekanan adalah 100 mmHg, kolam air raksa akan didorong setinggi 100 milimeter
        Aliran darah berarti jumlah darah yang mengalir melalui suatu titik tertentu di sirkulasi darah yang mengalir melalui suatu titik tertentu, sirkulasi dalam periode waktu tertentu. Biasanya aliran darah dinyatakan dalam milliliter per menit atau liter per menit, tetapi dapat juga dinyatakan dalam milliliter per detik atau setiap satuan aliran lainnya.
        Secara keseluruhan aliran darah pada sirkulasi total orang dewasa dalam keadaan istirahat adalah sekitar 5000 ml/menit. Aliran darah ini disebut curah jantung karena merupakan jumlah darah yang dipompa ke aorta oleh jantung setiap menitnya.
        Kecepatan aliran darah yang melewati sebagian besar jaringan dikendalikan oleh respon dari kebutuhan jaringan terhadap zat makanan. Jantung dan sirkulasi selanjutnya dikendalikan untuk memenuhi curah jantung dan tekanan arteri yang sesuai agar aliran darah yang mengalir di jaringan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
        Fungsi arteri adalah untuk mentraspor darah ke jaringan dibawah tekanan yang tinggi. Karena alasan inilah, arteri mempunyai dinding pembuluh darah yang kuat, dan darah mengalir dengan kecepatan yang tinggi di arteri.
Arteriol merupakan cabang-cabang kecil yang terakhir dari sistem arteri dan berfungsi sebagai saluran kendali untuk menentukan darah yang akan dilepaskan ke kapiler. Arteriol memiliki dinding otot yang kuat sehingga dapat menutup arteriol secara total, atau dengan berelaksasi dapat mendilatasi arteriol hingga beberapa kali lipat, sehingga mempunyai kemampuan untuk sangat mengubah aliran darah di dasar setiap jaringan sebagai respon terhadap kebutuhan jaringan.
     Fungsi kapiler adalah untuk pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormone, dan bahan-bahan lainnya antara darah dan cairan interstisal. Untuk dapat melakukan peran ini, dinding kapiler bersifat sangat tipis dan memiliki banyak pori-pori kapiler yang kecil, yang permeable terhadap air dan zat bermolekul kecil lainnya.
      Venula mengumpulkam darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung menjadi vena yang semakin besar.
     Vena berfungsi sebagai saluran untuk mengangkut darah dari venula kembali ke jantung yang sama pentingnya, vena berperan sebagai penampung utama darah ekstra. Karena tekanan di sistem vena sangat rendah, dinding vena sangat tipis. Meskipun demikian, dindingnya mempunyai otot yang cukup untuk dapat berkontraksi atau melebar, dan dengan demikian dapat berperan sebagai penampung darah ekstra yang dapat dikendalikan, baik dalam jumlah kecil atau besar, bergantung pada kebutuhan sirkulasi.
Sekitar 84% dari seluruh volume darah di dalam tubuh terdapat di sirkulasi sistemik, dan 16%  di dalam jantung dan paru. Dari 84% di sirkulasi sistemik, 64 % di vena, 13% di arteri dan 7% di arteriol sistemik dan kapiler. Jantung mengandung 7% darah sedangkan pembuluh darah paru mengandung 9%.
       Yang sangat mengherankan adalah randahnya volume darah di kapiler. Padahal, disinilah terjadinya fungsi yang paling penting dari sirkulasi, yaitu zat-zat berdifusi keluar dan masuk antara darah dan jaringan.
Bila semua pembuluh darah sistemik dari masing-masing jenis di sejajarkan maka rata-ratanya menunjukan bahwa luas penampang vena jauh lebih besar daripada arteri yaitu 250 dengan 40 yang dimana rata-ratanya sekitar empat kali dari arteri yang sepadan. Hal ini menunjukkan mengapa penyimpanan darah terjadi lebih banyak di sistem vena dibandingkan dengan sistem arteri.
        Karena volume darah yang sama harus mengalir melewati setiap bagian sirkulasi dalam setiap menitnya, kecepatan aliran darah berbanding terbalik dengan luar penampang pembuluh darah. Jadi, dalam keadaan istirahat, kecepatan rata-rata sekitar 33cm/detik di aorta, tetapi hanya 1/1000 kecepatannya di kapiler, sekitar 0,3 mm/detik. Akan tetapi karena kapiler mempunyai panjang hanya 0,3 mm samapai 1 milimeter, darah hanya berada di kapiler selama 1 sampai 3 detik.
         Karena jantung memompa darah secara kontinu ke dalam aorta, tekanan rata-rata aorta menjadi tinggi, rata-rata sekitar 100 mmHg. Demikian juga, karena pemompaan oleh jantung bersifat pulsatil, tekanan arteri berganti-ganti antara tekanan sistolik 120 mmHg dan nilai diastolik 80 mmHg.
      Tekanan Sistolik adalah tekanan darah yang terukur saat jantung berdetak atau memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan Tekanan Diastolik adalah tekanan darah yang terukur saat jantung istirahat diantara diastolik.
         Auskultasi, adalah sebuah istilah kedokteran, di mana seorang dokter mendengarkan suara di dalam tubuh pasien. Biasanya jantung, paru, dan usus dapat diauskultasi untuk mendapatkan informasi fungsinya.
Palpasi ialah metode pemeriksaan di mana penguji merasakan ukuran, kekuatan, atau letak sesuatu (dari bagian tubuh di mana penguji ialah praktisi kesehatan) dengan cara meraba dan menekan.



HASIL PRAKTIKUM
A.  Tabel Hasil Praktikum
1. Data pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah palpasi dan tekanan darah aukultasi
Nama Manusia
Coba
Denyut Nadi
Tekanan Darah Palpasi
Tekanan Darah Auskultasi
Aprillia Winda Rahmawati
1. 68 mmHg
1. 110 mmHg
1. 100/70 mmHg
2. 68 mmHg
2. 90 mmHg
2. 100/70 mmHg
3. 70 mmHg
3. 90 mmHg
3. 110/80 mmHg
Mean
68,6 mmHg
96,6 mmHg
103/73 mmHg

2. Data Pengaruh Posisi Tubuh Terhadap Denyut Nadi dan Tekanan Darah
Posisi Tubuh
Denyut Nadi
Tekanan Sistolik
(Auskultasi)
Tekanan Diastolik
(Auskultasi)
Berbaring Telentang
1. 68 /menit
1. 100 /menit
1. 70 /menit

2. 68 /menit
2. 100 /menit
2. 70 /menit

3. 70 /menit
3. 110 /menit
3. 80 /menit

Mean = 68,6 /menit
Mean = 103 /menit
Mean = 73 /menit
Duduk
1. 80 /menit
1. 110 /menit
1. 80 /menit

2. 85 /menit
2. 110 /menit
2. 80 /menit

3. 76 /menit
3. 100 /menit
3. 80 /menit

Mean = 80,3 /menit
Mean = 106,6 /menit
Mean = 80 /menit
Berdiri
1. 68 /menit
1. 90 /menit
1. 70 /menit

2. 60 /menit
2. 100 /menit
2. 80 /menit

3. 55 /menit
3. 100 /menit
3. 80 /menit

Mean = 61 /menit
Mean = 96,6 /menit
Mean =76,6/menit


3. Data Pengaruh Aktifitas Fisik Terhadap Denyut Nadi dan Tekanan Darah
WAKTU
DENYUT NADI
TEKANAN SISTOLIK (AUSKULTASI)
TEKANAN DIASTOLIK (AUSKULTASI)
PRA LATIHAN

1. 70 / menit
1. 90 mmHg
1. 70 mmHg
2. 76 / menit
2. 100 mmHg
2. 70 mmHg
3. 71 / menit
3. 100 mmHg
3. 80 mmHg
Mean = 72 / menit
Mean = 96 / menit
Mean = 73 / menit
PASCA LATIHAN
menit ke – 1
103 / menit
110 / menit
60 / menit
menit ke – 3
76 / menit
100 / menit
50 / menit
menit ke – 5
71 / menit
100 / menit
40 / menit
menit ke – 7
64 / menit
90 / menit
50 / menit
       


BAB IV
PEMBAHASAN

        Pada praktikum ini kami melakukan beberapa percobaan diantaranya, yaitu memeriksa denyut nadi, pengukuran tekanan darah secara palpasi dan auskultasi dengan pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah, serta pengaruh aktivitas fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah. Pada percobaan ini kami menggunakan arteri radialis dextra dan arteri brachialis dextra karena denyut pada tempat tersebut sangat besar sekali.
A. Memeriksa Denyut Nadi
     Percobaan ini dilakukan tiga kali. Percobaan sampai ketiga menghasilkan denyut nadi berturut-turut sebesar 68 kali/menit, 68 kali/menit, dan 70 kali/menit dengan mean sebesar 68,66 kali/menit.
B. Pengukuran Tekanan Darah secara Palpasi
     Percobaan ini dilakukan tiga kali. Percobaan pertama sampai ketiga menghasilkan tekanan darah sistolik berturut-turut sebesar 110 mmHg, 90 mmHg, dan 90 mmHg dengan mean sebesar 96,67 mmHg.
C. Pengukuran Tekanan Darah secara Auskultasi
     Percobaan ini dilakukan tiga kali. Percobaan pertama sampai ketiga menghasilkan tekanan darah sistolik dan diastolik berturut-turut sebesar 100/70 mmHg, 100/70 mmhg, 110/80 mmHg dengan mean sebesar 103/73 mmHg.
      Pada percobaan ini, kami memberikan 3 perlakuan yaitu berbaring telentang, duduk, dan berdiri dimana masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali percobaan. Denyut nadi pada saat  berbaring telentang 3 kali berturut-turut sebesar 68 kali/menit, 68 kali/menit, dan 70 kali/menit dengan hasil mean 68,67 kali/menit. Denyut nadi pada saat duduk 3 kali berturut-turut sebesar 80 kali/menit, 85 kali/menit, dan 76 kali/menit dengan hasil mean sebesar 80,3 kali/menit. Denyut nadi pada saat berdiri 3 kali berturut sebesar 68 kali/menit, 60 kali/menit, 55 kali/menit dengan hasil mean sebesar 61 kali/menit. Tekanan darah sistolik dan diastolik pada posisi berbaring terlentang 3 kali berturut-turut sebesar 100/70 mmHg, 100/70 mmHg, dan 110/80 mmHg dengan hasil mean sebesar 103/73 mmHg. Tekanan darah pada posisi duduk 3 kali berturut-turut sebesar 110/80 mmHg, 110/80 mmHg, 100/80 mmHg dengan hasil mean sebesar 107/80 mmHg. Dan tekanan darah pada berdiri 3 kali berturut-turut sebesar 90/70 mmHg, 100/80 mmHg, 100/80 mmHg dengan hasil mean sebesar 97/77 mmHg.
Dari data diatas pengaruh tubuh yang menghasilkan denyut nadi paling tinggi adalah posisi duduk.
D. Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Denyut Nadi terhadap Tekanan Darah.
     Pada saat  pra latihan, percobaan denyut nadi dan tekanan darah dilakukan 3 kali yaitu pada denyut nadi dihasilkan 70 kali/menit, dan 71 kali/menit dengan hasil mean sebesar 72 kali/menit sedangkan pada tekanan darah dihasilkan tekanan sistolik dan diastolik sebesar 90/70 mmHg, 100/70 mmHg dan 100/80 mmHg dengan hasil mean sebesar 96/73 mmHg.
      Setelah melakukan aktifitas denyut nadi yang dihasilkan dalam menit ke 1,3,5,7 berturut-turut adalah 103,76,71,64 kali/menit sedangkan pada tekanan darah dihasilkan 110,100,90,90 untuk tekanan sistolik dan 60,50,40,50 menunjukkan bahwa denyut nadi dan tekanan darah akan meningkat setelah kita melakukan aktivitas.



BAB V
KESIMPULAN
           Denyut nadi dan tekanan darah dapat meningkat pada posisi tubuh duduk, karena pada posisi terlentang menuju ke posisi duduk memerlukan energi dan keseimbangan tubuh, sehingga tekanan darah dan denyut meningkat.
           Denyut nadi dan tekanan darah dapat meningkat jika kita melakukan aktivitas, karena kerja jantung memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang telah banyak terpakai pada saat melakukan aktivitas. Oleh karena itu, setelah selesai melakukan aktifitas denyut nadi bertambah untuk memenuhi kebutuhan oksigen kemudian denyut nadi semakin lama semakin menurun hingga kembali normal karena otot sudah tidak berkontraksi lagi dan tidak memerlukan energi lagi sehingga kebutuhan oksigen berkurang, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal.

 Referensi

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Jakarta : Buku kedokteran EGC.

Guyton&Hall.2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.

Anatomi dan Fisologi untuk Pemula, Jakarta : Buku Kedokteran EGC