Label
Anatomi Fisiologi Manusia
(4)
Anatomi Fisiologi Tumbuhan
(4)
anime
(1)
biokimia
(8)
biomolekul
(2)
bumi
(2)
cinta
(11)
creativy
(1)
dream
(5)
fiksi
(5)
hati
(12)
hijau
(1)
indonesia
(6)
islamic
(14)
just quotes
(5)
kampus
(1)
kehidupan
(12)
kimia
(13)
Kimia Organik
(4)
mikro
(1)
Morfologi Tumbuhan
(6)
movie
(5)
music
(2)
novel
(1)
praktikum
(4)
Ramadhan
(1)
Social Pharmacy
(2)
stories
(17)
Summary
(1)
tale
(3)
TOH
(1)
Friday, 3 January 2014
Wednesday, 1 January 2014
Aspirin (part 4)
STRUKTUR DAN MEKANISME REAKSI
1.
Mekanisme Reaksi
2. Pengujian dengan FeCl3
PUSTAKA
1. Vishnoi N.K, 1982, Advanced
Practical Organic Chemistry, Vikas
Publishing House PVT. Ltd New Delhi,
page 331-332.
2. B.S Furniss, 1978, Vogel’s
Textbook of Practical Organic Chemistry,
4th ed, Longman Group, Limited, London,
page 831-832.
3. Fessenden RJ, Fessenden JS, 1994, Organic
Chemistry, 5 th edition, Brooks/Cole Publishing Company
Pasific Grove, California, page 512-513.
4. Mc Murry J, 2000, Organic
Chemistry, 5 th edision, Brooks / Cole Publishing Company Pasific Grove,
USA, 864
5. Ganiswara, S., 1995. Farmakologi
dan Terapi. Jakarta:
Gaya baru
6. Ebel, S., 1992. Obat
Sintetik. Edisi V. Bandung: Institut tehknologi Bandung Press
7. Anonim., 2012. Penuntun
Praktikum Kimia Organik Sintetik. Makasar:
Universitas Muslim Indonesia
8. Reksohadiprodjo, S., 1979. Kuliah
dan Praktik Kimia Farmasi Preparatif. Yogyakarta: Gunung Agung
9. Fieser, Louis. F. 1987. Experiment
in Organic Chemistry, 3nd edition,
Revised, D. C. Heath and Company: Boston
10. Tjay, T. 2002. Obat – Obat
Penting. Jakarta: PT. Gramedia
11. Anonim,1995, Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
12. Mulyono. 2005. Kamus Kimia. Bandung:
P.T Genersindo
Aspirin (part 3)
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini, pembuatan asam aspirin dilakukan dengan menggunakan
reaksi esterifikasi. Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester dari
suatu senyawa yang mengandung ester dengan suatu alkohol.
Yang perlu diperhatikan sebelum mereaksikan bahan yaitu erlenmeyer yg
digunakan harus kering, sebab aspirin yg terkena air dapat berubah kembali
menjadi asam asetat atau anhidrida asetat (reaksi reversible). Selain itu dalam
pencampuran asam salisilat dan anhidrida asetat serta H2SO4,
erlenmeyer harus dalam keadaan kering, sebab bila basah maka campuran akan
berwarna hitam (gagal).
Campurkan asam salisilat dengan anhidrida asetat kemudian ditambahkan 3
tetes H2SO4 pekat.
Asam salisilat berperan sebagai alkohol karena mempunyai gugus –OH, sedangkan
anhidrida asam asetat tentu saja sebagai anhidrida asam. Ester yang terbentuk
adalah asam asetilsalisilat (aspirin). Gugus asetil (CH3CO-) berasal
dari anhidrida asam asetat, sedangkan gugus R-nya berasal dari asam salisilat.
Hasil samping reaksi ini adalah asam asetat.
Katalis yang digunakan dalam percobaan ini adalah asam sulfat yang dapat
mempercepat laju reaksi pembentukan ester dengan menurunkan energi aktifasi
sehingga pembentukan produk berupa ester dapat dengan mudah terbentuk
.Penambahan asam sulfat pekat juga berfungsi sebagai zat penghidrasi. Dimana
hasil samping dari reaksi asam salisilat dan anhidrida asam asetat yakni asam
asetat akan terhidrasi membentuk anhidrida asam asetat. Anhidrida asam asetat
ini akan kembali bereaksi dengan asam salisilat membentuk aspirin dan tentu
saja dengan hasil samping berupa asam asetat. Sehingga reaksi akan
berhenti setelah asam salisilat habis bereaksi dengan asam sulfat pekat ini.
Oleh sebab itu, setelah pencampuran ketiganya maka dilakukan pemanasan
untuk memastikan bahwa asam salisilat benar-benar telah habis bereaksi. Yaitu
dengan memasukkan erlenmeyer ke dalam
waterbath hingga suhu 50°-60° C sambil diaduk dengan termometer selama 15
menit. Hal ini dikarenakan suhu tersebut adalah suhu optimum untuk pembentukan
aspirin. Jika suhu berada di atas 50°-60° C maka ester yang terbentuk akan
terurai dan jika suhunya berada di bawah 50°-60° C maka reaksi akan berjalan
lambat..
Setelah pemanasan dilakukan pendinginan bertujuan untuk membentuk
kristal, karena ketika suhu dingin molekul-molekul aspirin dalam larutan akan
bergerak melambat dan pada akhirnya terkumpul membentuk endapan melalui
proses nukleasi (induced nucleation).
Adapun tahapan
dalam kristal aspirin adalah sebagai berikut:
1. Anhidrida asam asetat mengalami
resonansi.2. Anhidrida asam asetat menyerang gugus fenol dari asam salisilat.
3. H+ terlepas dari OH- dan berikatan dengan atom O pada
anhidrida asamasetat.
4. Anhidrida asam asetat terputus menjadi asam asetat dan asam
asetilsalisilat(aspirin).
5. H+ akan lepas dari aspirin.
Jika sudah terbentuk kristal kasar, kemudian dilakukan test dengan
menggunakan FeCl3. Diuji dg FeCl3 untuk mengetahui apakah
masih ada asam salisilat. Asam salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika
FeCl3 ditambahkan, karena mengandung gugus fenol. Jika tidak ada
gugus fenol warna larutan tak berubah (kuning). Jika hasil tesnya positif wama
ungu, maka larutan tersebut masih ada OH yg terikat pada gugus aromatis (asam
salisilat) yg berarti asam salisilat masih belum semua bereaksi dg anhidrida
asetat. Jadi larutan tersebut harus dipanaskan
kembali sampai dites dg FeC13 hasilnya negative, yg berarti sudah
bereaksi sempurna. Baru kemudian proses dilanjutkan.
Kemudian
dilanjutkan dengan penambahan air dingin sebanyak 75 ml dan segera di saring
dengan bantuan corong Buchner dan labu hisap untuk memisahkan aspirin dari
pengotornya . Harus dilakukan segera penyaringan karena reaksi pembentukan
aspirin bersifat reversible dimana bila terdapat air maka dapat menyebabkan
aspirin kembali menjadi komponen-komponen penyusunnya yakni asam salisilat dan
anhidrida asetat. Akan tetapi, air yg ditambahkan tidak boleh terlalu banyak
karena aspirin sedikit larut dalam air.
Digunakan air dingin, karena dengan berkurangnya suhu, kelarutan aspirin
dalam air akan berkurang. Tetapi tentu saja dengan penyaringan ini aspirin yang
dihasilkan belum benar - benar murni
Kemudian proses dilanjutkan dengan
rekristalisasi, rekristalisasi (pembentukan kristal kembali) bertujuan untuk
mendapat kristal aspirin yang lebih murni.. Aspirin yang terbentuk dilarutkan
dalam 15 ml alkohol hangat lalu ditambahkan 37,5 ml air hangat. Larutan
dipanaskan di atas hot plate dengan bantuan magnetic stirrer, terjadi endapan
sehingga perlu disaring. Larutan jernih setelah disaring tersebut didinginkan
pada temperatur kamar dan diamati hingga erbentuk banyak kristal. Kristal yang
telah bercampur dengan aquadest dan alkohol disaringdengan corong Buchner. Maka
akan terpisah antara kristal asam asetil salisilat dengan filtratnya. Filtrat
yang dihasilkan digunakan untuk mencuci kristal. Setelah itu kristal yang
dihasilkan dikeringkan di dalam oven.
Proses rekristalisasi menggunakan 2 pelarut yaitu air hangat dan etanol. Jika
digunakan sendiri-sendiri kurang memenuhi syarat sebagai pelarut rekristalisasi.
Pelarut yg 1 bersifat melarutkan, sedangkan pelarut 1 nya tidak melarutkan, sehingga
dapat terbentuk kristal. Bila hanya menggunakan etanol saja maka jumlah etanol
yang dibutuhkan melebihi jumlah yang diberikan dalam formulasi. Selain itu etanol
yang ditambahkan berlebih akan membuat aspirin yang larut saat panas akan sulit
mengkristal kembali. Etanol dipanaskan di hot plate bukan di penangas air
karena sifat etanol yang mudah terbakar dan digunakan erlenmeyer yang ditutup
dengan corong dan kapas basah untuk menghindari penguapan etanol. Begitu juga
dengan air, bila menggunakan air saja maka dibutuhkan air dalam jumlah banyak
sehingga tidak efisien. Penambahan air hangat ke dalam erlenmeyer harus setelah
kristal larut dalam etanol. Hal ini agar aspirin yang telah terbentuk tidak
terhidrolisa kembali. Jadi, menggunakan 2 pelarut untuk mendapatkan kristal yg
bagus dan maksimum hasilnya. Secara teoritis hasilnya 5,5 gram.
Aspirin (part 1)
DASAR TEORI
Aspirin adalah turunan asam
karboksilat yang dapat disintesis dari asam salisilat dan anhidrida asetat.
Reaksinya disebut esterifikasi fenol, yang sebagai fenol adalah asam salisilat
sedangkan yang sebagai turunan asam karboksilat adalah anhidrida asetat.
Esterifikasi
fenol tidak melibatkan pemecahan ikatan C-O dari fenol, tetapi tergantung pada
pemecahan ikatan O-H. Meskipun asam karboksilat dapat digunakan untuk
esterifikasi fenol, tetapi hasilnya sedikit. Untuk mendapatkan hasil yang lebih
banyak, digunakan turunan asam karboksilat. Misalnya anhidrida asetat yang
bersifat lebih reaktif dibanding asam asetat.
Asam salisilat digunakan untuk
mensintesis asam asetilsalisilat, yang lazim disebut aspirin. Aspirin dibuat
dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan
katalis H2SO4 pekat sebagai zat penghidrasi. Asam
salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH.
Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda.
Dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin, sedangkan dengan
metanol akan menghasilkan metil salisilat.
Untuk menguji
kemurnian aspirin bisa menggunakan FeCl3. FeCl3 bereaksi
dengan gugus OH¯ membentuk kompleks ungu (larutan berwarna ungu). Jika tidak
terjadi perubahan warna pada test FeCl3 hal itu berarti asam
salisilat telah bereaksi semua menjadi asam asetil salisilat
Sejarah Perkembangan Aspirin
Awal mula penggunaan Aspirin sebagai
obat diprakarsai oleh Hippocrates yang menggunakan ekstrak tumbuhan willow untuk menyembuhkan berbagai
penyakit. Kemudian senyawa ini dikembangkan oleh perusahaan Bayer menjadi senyawa
asam asetilsalisilat yang dikenal saat ini. Aspirin adalah obat pertama yang
dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika
tablet Aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land
der Ideen ("Jerman, negeri berbagai ide")
Senyawa alami dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat ini telah ada sejak
awal mula peradaban manusia. Di mulai pada peradaban Mesir kuno, bangsa
tersebut telah menggunakan suatu senyawa yang berasal dari daun willow untuk menekan rasa sakit.
Pada era yang sama, bangsa Sumeria juga telah menggunakan senyawa yang serupa untuk
mengatasi berbagai jenis penyakit. Hal ini tercatat dalam ukiran-ukiran pada
bebatuan di daerah tersebut. Barulah pada tahun 400 SM, filsafat Hippocrates
menggunakannya sebagai tanaman obat yang kemudian segera tersebar luas.
Reverend Edward Stone
dari Chipping Norton, Inggris, merupakan orang pertama yang mempublikasikan
penggunaan medis dari Aspirin. Pada tahun 1763, ia telah berhasil
melakukan pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit dengan menggunakan
senyawa tersebut. Pada tahun 1826, peneliti berkebangsaan Italia, Brugnatelli
dan Fontana,
melakukan uji coba terhadap penggunaan suatu senyawa dari daun willow sebagai
agen medis. Dua tahun berselang, pada tahun 1828, seorang ahli
farmasi Jerman,
Buchner, berhasil mengisolasi senyawa tersebut dan diberi nama salicin
yang berasal dari bahasa latin willow, yaitu salix. Senyawa ini
memiliki aktivitas antipiretik yang mampu menyembuhkan demam. Penelitian
mengenai senyawa ini berlanjut hingga pada tahun 1830 ketika seorang
ilmuwan Perancis
bernama Leroux berhasil mengkristalkan salicin. Penelitian ini kemudian
dilanjutkan oleh ahli farmasi Jerman bernama Merck pada tahun 1833. Sebagai hasil
penelitiannya, ia berhasil mendapatkan kristal senyawa salicin dalam kondisi
yang sangat murni. Senyawa asam salisilat sendiri baru ditemukan pada tahun
1839 oleh Raffaele Piria dengan rumus empiris C7H6O3.
Bayer meupakan perusahaan pertama yang berhasil menciptakan senyawa
Aspirin (asam asetilsalisilat). Ide untuk memodifikasi senyawa asam salisilat
dilatarbelakangi oleh banyaknya efek negatif dari senyawa ini. Pada tahun 1945, Arthur Eichengrun
dari perusahaan Bayer mengemukakan idenya untuk menambahkan gugus asetil dari senyawa asam salisilat
untuk mengurangi efek negatif sekaligus meningkatkan efisiensi dan toleransinya.
Pada tahun 1897, Felix
Hoffmann berhasil melanjutkan gagasan tersebut dan menciptakan senyawa asam
asetilsalisilat yang kemudian umum dikenal dengan istilah Aspirin.
Saturday, 21 December 2013
ibu
Waktu yang tak singkat dengan
penderitaan yang tidaklah ringan slalu dialami oleh seorang calon ibu untuk melahirkan buah hatinyaa.
dengan berbagai penyakit yang slalu menderanya selama
hampir 9 bulan,,
terus bertahan dan slalu mencukupi nutrisi dari jabang bayi.
tidak boleh meminum obat-obat yang aneh
untuk keamanan sang janin.
menanti dan menanti slalu tuk segera mendengar tangisannya
dan melihat betapa lurus rambutnya.
Setelah melewati perjuangan yang super berat
dan bisa dikatakan melebihi perjuangan timnas u-23
dalam memperebutkan emas semalam,
akhirnya keluarlahh sang idaman hati.
idaman yang diharapkan tuk slalu patuh dan berbakti kepadanyaa.
tiap malam penuh tangisan entah karena mengompol atau lapar,
dia slalu ada dan tak pernah lelah bahkan marah.
menimang-nimang hingga mengajari bertutur kata hingga berjalan.
kata-kata lembut slalu terucap lembut dibibirnyaa,,
tak pernah marah walau kita salah.
slalu tersenyum saat kita membohonginya.
slalu didepan pintu rumah bahkan meski kita pulang terlambat.
membawakan bekal slalu saat kita belajar tambahan di pagi-pagi buta. Dan Allah SWT tlah berkata saat kita dikirim ke rahimnya,,
bahwa akan ada malaikat yang akan slalu menjagamu slalu,,
dan itu adalah ibu.
penderitaan yang tidaklah ringan slalu dialami oleh seorang calon ibu untuk melahirkan buah hatinyaa.
dengan berbagai penyakit yang slalu menderanya selama
hampir 9 bulan,,
terus bertahan dan slalu mencukupi nutrisi dari jabang bayi.
tidak boleh meminum obat-obat yang aneh
untuk keamanan sang janin.
menanti dan menanti slalu tuk segera mendengar tangisannya
dan melihat betapa lurus rambutnya.
Setelah melewati perjuangan yang super berat
dan bisa dikatakan melebihi perjuangan timnas u-23
dalam memperebutkan emas semalam,
akhirnya keluarlahh sang idaman hati.
idaman yang diharapkan tuk slalu patuh dan berbakti kepadanyaa.
tiap malam penuh tangisan entah karena mengompol atau lapar,
dia slalu ada dan tak pernah lelah bahkan marah.
menimang-nimang hingga mengajari bertutur kata hingga berjalan.
kata-kata lembut slalu terucap lembut dibibirnyaa,,
tak pernah marah walau kita salah.
slalu tersenyum saat kita membohonginya.
slalu didepan pintu rumah bahkan meski kita pulang terlambat.
membawakan bekal slalu saat kita belajar tambahan di pagi-pagi buta. Dan Allah SWT tlah berkata saat kita dikirim ke rahimnya,,
bahwa akan ada malaikat yang akan slalu menjagamu slalu,,
dan itu adalah ibu.
Monday, 4 November 2013
a little thing called love
All of us
have someone who is hidden in the
bottom of the heart
When we think of him,
we will like umm..
We always feel a little pain inside.
But we still want to keep him.
Eventhough I don’t know where he is
today,
what he is doing.?
But he was the one who made me like this
And will always be that person who
let me know…
*adopted from movie: a little thing called love
Subscribe to:
Posts (Atom)

