Sunday, 28 July 2013

Bulan Penuh Berkah [part 2]

Adzan subuh terdengar, Allahu Akbar Allahu Akbar.. 
Segera bergegas mengambil peci yang ada di sampiran baju tuk melangkah kesurau.
Surau yang biasanya terlihat lengang tapi Alhamdulillah di bulan Ramadhan menjadi ber-Shaf-shaf.
Ini adalah sebuah anugerah dan tanda kembalinya fitrah manusia yang sebenarnya.
Terlihat manusia lebih mudah tuk beribadah, lebih giat tuk berbuat kebaikan,
dan lebih santun dalam bertutur kata.
Hal ini tidak mungkin terjadi apabila setan tidak dibelenggu oleh Allah SWT.
Tentunya apabila kita tetap malas tuk menyeru kebaikan itu berarti ada hal yang salah terhadap kita atau bahkan kita sudah bersatu mendarah daging bersama setan tersebut.
Segeralah introspeksi sebelum nanti malaikat Izrail mengambil ruh-mu.
Matahari mulai menaik hingga sampai di pertengahan, menunjukkan waktu tepatnya 11.36 di daerah Surabaya. Semua aktifitas berhenti sejenak tuk bersujud merendah kehadapan sang kuasa. Terlihat berjajar rapihingga masjid-masjid besar pun terlihat penuh oleh jajaran manusia.
Melangkah hingga sore hari yang tak mungkin kita lepaskan tuk sholat dimasjid, 
karena apa sholat ashar merupakan salah satu sholat yang akan didoakan oleh malaikat
apabila kita sholat dimasjid
Waktu hampir menunjukkan waktu berbuka, di setiap jalan protokol kota-kota besar mulai padat
 Terdengar suara klakson yang bersahut-sahutan tidak sabar tuk melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah masing-masing atau tak hanya sekedar mampir dimasjid terdekat tuk menunggu waktu berbuka.
Sedangkan para aktivis sibuk mempersiapkan Ta’jil untuk para jamaah.
Terlihat ada kurma yang banyak mengandung zat gula, brownies kukus, tentunya tak lupa dengan 1 gelas yang berisi ramuan macam-macam buah. 
Allahuakbar Allahu Akbar, terdengar untaian nada merdu oleh sang muadzin.
“celeguk-celeguk”
“nyam-nyam”
Terlihat puas wajah gembira karena waktu berbuka tlah tiba.
Alhamdulilah
Tenggorokan pun terisi dengan segera
Merasakan nikmat seharian mengunduh berbagai pahala tuk menjadi bekal di hari akhir nanti.
Tak lupa slalu berdoa tuk semoga Allah menyempurnakan puasa kita hingga pada akhir Ramadhan nanti. Amin……

Wednesday, 24 July 2013

Bulan Penuh Berkah [part 1]


Marhabban ya ramadhan,
bulan suci tlah hadir di tengah-tengah kita.
Bulan yang di tunggu oleh hampir semua kalangan untuk mengambil seluruh rahmat dan ridho Allah
di bulan ramadhan ini. Sungguh tiada tara memang yang dijanjikan oleh Allah di bulan ini.
Amalan wajib yang dilipatgandakan menjadi 70 kali, amalan sunnah yang disamakan dengan amalan wajib, dan juga yang biasanya tidak mendapat pahala tapi untuk saat ini berpahala yaitu tidur

Tiap pagi terlihat suatu warung mulai ramai,
dikelilingi oleh para remaja dan orang tua tuk melaksanakan sunnah rasul yaitu sahur
Sambil berbicara ringan tentang apa yang akan dibeli di pasar untuk berbuka nanti.
Terlihat sedikit lucu memang,
imsak aja belum tapi sudah pada ngomongin nanti berbuka puasa dengan apa.
Inilah keunikan masyarakat dinegeri kita yang sepertinya tidak ada di negeri lain.

Monday, 22 July 2013

Seberkas Cahaya [part 2]

Hari dimana yang akan slalu mengesankan yang tak terlupakan,
hari pencerahan itu pun dimulai.
Sebenarnya saya mengikuti komunitas ini sudah sejak semester 1, rutin saya mengikutinya
apakah itu menjadi panitia hingga mentoring.
Saya berinisiatif tuk lebih mengenal islam memang,
seperti orang yang lagi berkelana di padang pasir
yang membutuhkan sebuah oase tuk minum itu yang saya rasakan.
Saya ingin belajar islam secara intensif lagi
karena selama 3 tahun bersih tanpa menyentuh islam sama sekali
dan terkungkung dalam masa yang kelam.

Tepatnya H-1 minggu sebelum UTS saya tersadarkan
seperti tertampar keras hingga terobat-abit,
hidayah itu pun mulai turun.
Beberapa kajian yang saya ikuti selama ini membuka mata hati saya bahwa saya harus segera meninggalkan kehidupan masa lalu itu atau yang populer disebut move on. 

Pelan tapi pasti perubahan yang terjadi dan terasa di dalam diri ini, ingin slalu berkembang memenuhi hasrat kecintaan akan islam.
Komunitas yang merubah duniaku menjadi semakin bersinar
serta diiringi silih bergantinya ilmu yang masuk memenuhi bulir-bulir sel otak.
Mata yang sebulan terakhir terlihat hitam sembab
karena jarangnya tidur sedikit demi sedikit
mulai menampakkan cahaya kegembiraannya.

Cahaya perubahan
yang mungkin tidak semua orang pernah memilikinya.
Saya hanya bisa bersyukur tentang keadaan ini,
keadaan yang lebih baik ditemani pula
teman-teman yang saling menguatkan.
Berteman dari beberapa jenis makhluk (sifatnya lucu-lucu sih)
antar fakultas, sungguh hal ini memberikan berjuta pengalaman yang tak disangka mengalir deras seperti air terjun.
Saling berbagi menikmati
dan belajar bagaimana indahnya ukhuwah islamiah.

Hal ini yang sampai sekarang selalu kita junjung tinggi
hingga sampai ke tingkatan ukhuwah yang paling tinggi yaitu itsar. Luka dihati hari demi hari mulai mengelupas
digantikan keceriaan yang mulai
membasahi sluruh jaringan di tubuh ini.

Prahara Islam di Indonesia [part 3]

Miris memang terlihat anak-anak muda jaman sekarang

yang lebih suka berhura-hura daripada memakmurkan masjid.

Itu terjadi karena kurangnya

porsi mata pelajaran agama di dalam sekolah.

Masih kurangnya pemahaman tentang indahnya Islam

sehingga mereka seolah acuh.

Yang mereka tau mungkin hanyalah sholat, puasa, zakat.

Itulah kelemahan yang terlihat di kurikulum sekolah

tentang di minor kannya pelajaran agama Islam di sekolah.

Generasi muda adalah penerus bangsa

apabila tidak kita bekali tentang wawasan islami yang cukup

tentulah Negara ini akan luluh lantah ke dalam masa jahilliyah

seperti sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW.

Prahara Islam di Indonesia [part 2]


Tiap tahun anak sekolah berganti jenjang,
dari Sekolah Dasar menuju ke Sekolah Menengah Pertama
lalu melaju ke Sekolah Menengah Atas
hingga munuju ke dunia kampus.
Disinilah ada sisi kesamaaan dan kemiripan
tentang materi atau pelajaran
yang diberikan di lingkungan akademik khususnya sekolah.
Selalu menitik beratkan ke dalam teori
tentang apa dan mengapa tapi tidak diajarkan
bagaimana tuk melakukannya.


Kita ambil contoh saja seperti materi sholat,
terlihat di berikan sebuah buku yang bertuliskan
gerakan dan bacaan-bacaan yang diperlukan
untuk menyempurnakan sholat kita
tetapi biasanya itu hanya akan menguap begitu saja
tanpa adanya tindak lanjut.
Yang dimaksud disini perlu adanya peran sang guru
tuk mengajarkan bagaimana cara melakukan gerakan itu
dan bagaimana membaca bacaan itu dengan baik dan benar.

 Dengan dilakukan seperti itu,
siswa akan menjadi lebih paham dan mengerti
sehingga mereka setidaknya ada rasa keinginan tuk mencoba setelah diajari tidak belajar sendiri.
Hal ini memang tidak terjadi di semua sekolah
tapi kejadian ini mayoritas hampir terjadi di sekolah.

Sunday, 21 July 2013

Seberkas Cahaya [part 1]


“PUTUS”, disusul dengan hentakan sebuah gagang telepon “prak”,,
Tut,tut,tut…..


Deru air mata pelan mengalir menetes mengaliri lantai,
serasa badan ini lumpuh, kaki seolah tak kuat menahan beratnya
raga ini seakan-akan jatuh tersungkur.
Suara yang sekian lama slalu terdengar,
slalu bersama seakan dunia hanya milik berdua,
hari ini detik ini menit ini segalanya berakhir hanya tersisa segunung kenangan yang akan disebut masa lalu.

Dialah orang yang slalu menemaniku selama 1 setengah tahun terakhir, dia merupakan orang yang saya cintai melebihi apapun. Memang benar dikatakan cinta itu buta, itu yang saya rasakan.
Waktu yang terlalu lama menutup hati akhirnya mulai terbuka dengan cahaya yang merasuk
mengintip sisi hati saya yang teramat gelap.

Hati yang selama ini kurang mengenal sang pencipta
dan bahkan terlalu sibuk berkencan dengan si doi.
Dunia tlah membutakan apa yang seharusnya tidak dilakukan, hidup adalah hidup apabila kita tidak dilanda kekelaman seperti ini mungkin kita tidak akan pernah sadar.
Keindahan alam ini,
nyawa yang kita miliki hanyalah milik sang pencipta semata.
Sedikit demi sedikit kesadaranku mulai hadir,
meski menghilangkan kebutuhan akan dia sangatlah besar
seolah seperti orang “sakau”.
Tidak hanya diri yang merasa seperti orang gila dan tidak normal, kuliah pun menjadi terbengkalai hampir 1 bulan penuh hingga mendekati UTS tanpa persiapan sama sekali.
Dunia seperti akan runtuh bila melihat keputus asaan ini,
tidak ada ujung dan tidak ada jalan keluar.
Mendekam di kesunyian jiwa menunggu
cahaya masuk merasuk jiwa.
Rasa ingin sembuh dari luka ini serta mimpi yang wajib dicapai membuat hari itu pun tiba.

Prahara Islam di Indonesia [part 1]

      Hari demi hari,

tahun berganti tahun yang berlalu,

waktu berdendang tanpa bisa kembali

penduduk muslim Indonesia semakin bertambah tanpa arah

seperti air zam-zam yang tak akan ada habisnya.

Sebagai peringkat pertama sebagai

Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia

tetapi akhlak dan wawasan tentang islami

belum yang terbaik.